Senin, 30 November 2015

Teknologi Li-Fi Gunakan Bohlam Sebagai Router, Terbukti 100 Kali Lebih Cepat dari Wi-Fi

Memancarkan data lewat cahaya, dengan kecepatan transfer mencapai 1 Gbps

li-fi
Beberapa tahun silam, kita mungkin masih asing dengan istilah Wi-Fi. Tapi lanjut ke tahun 2015 ini, Wi-Fi tampaknya sudah bisa dianggap sebagai salah satu dari sembilan bahan pokok untuk sebagian besar orang. Lalu pertanyaannya, apakah kita bakal selamanya bergantung dengan Wi-Fi?

Minggu, 29 November 2015

Axioo Rilis Dua Smartphone Android Lollipop Berbekal RAM 3GB

Axioo Venge dan Venge X dibekali layar masing-masing 5 inci dan 5,5 inci serta RAM 3GB



Lama tak menggebrak pasar mobile, Axioo kemarin, Kamis (26/11/2015) kembali memanaskan persaingan perangkat smartphone tanah air dengan meluncurkan dua punggawa baru berupa smartphone 5 inci dan 5,5 inci bernama Venge dan Venge X.

Di peluncuran kali ini Axioo tampaknya tak ingin biasa, oleh karena itu mereka sengaja membenamkan RAM berukuran 3GB untuk kedua jagoan barunya ini. Sebuah ukuran RAM yang hanya dapat ditemukan di perangkat flagship buatan brand ternama. Bagaimana dengan spesifikasi lainnya? Berikut ulasan selengkapnya

Axioo Venge

Di bagian terpenting, yaitu layar, Axioo Venge mencoba memberikan kesan pertama terbaik dengan menampilkan layar berpenampang 5 inci yang terbangun dari teknologi IPS HD. Tak hanya tajam, layar jenis ini juga memberi kenyamanan ketika harus mengakses berbagai navigasi di segala kondisi.


  
Tak jauh dari layar ada kamera depan yang dimotori oleh sensor 2MP, tak istimewa tapi cukup baik untuk memotret pose selfie yang sedang digrandungi. Kamera depan ini ditemani oleh kamera utama yang terletak di belakang yang mempunyai resolusi 8MP dengan AF dan aperture f/2.2.

Yang cukup melegakan, walau bersifat relatif, varian ini juga sudah dibekali dengan prosesor quad-core MT6735P yang berkecepatan 1.0GHz ditemani grafis Mali-T720MP, RAM 3GB dan memori internal 16GB. Perangkat juga sudah dilengkapi dengan OS yang cukup baru, Android 5.1 Lollipop, kemudian disokong baterai berkapasitas 2.100mAh.

Axioo Venge X 

Axioo Venge X mempunyai spesifikasi yang sedikit di atas Venge, layarnya lebih lebar di 5,5 inci dan resolusi 1280 x 720 piksel. Jeroannya juga lebih gahar, yakni MT6753 dengan prosesor 64-bit octa core 1.5GHz ARM Cortex-A53 dan grafis dari ARM Mali-T720MP GPU.

Kemudian di sektor kamera, Venge X menggunakan kamera 13MP dengan AF ditemani oleh kamera depan 5MP untuk keperluan selfie. Sama seperti sang adik, Venge X juga sudah dibekali oleh teknologi 4G dan Android 5.1 Lollipop.

Harga dan Ketersediaan 

Dikutip dari TeknoKompas, Axioo Venge dan Venge X mulai dipasarkan pada bulan Desember mendatang dengan harga masing-masing 2,2 juta dan 3,3 juta.

Sumber berita Axioo.







Film Everest, Penaklukkan Puncak Tertinggi Berujung Tragedi

Berdasarkan kisah nyata di tahun 1996, film Everest tuturkan salah satu tragedi terbesar pendakian puncak tertinggi di dunia.




Siapa yang tak akan takjub bisa melihat dari dekat bahkan menginjak puncak gunung tertinggi di bumi, Everest, di pegunungan Himalaya. Gunung Everest telah lama menjadi obsesi dari para pendaki gunung di seluruh dunia, baik yang profesional maupun amatir. Bukan hanya karena statusnya yang teratas—berada di 8.848 meter di atas permukaan laut, tetapi juga karena beratnya tantangan yang harus dihadapi untuk mencapainya. Terkadang, tantangan itu harus dibayar dengan nyawa.

Pada tahun 1996, terjadi sebuah tragedi yang disebut sebagai bencana terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah pendakian Everest. Pada tanggal 10 Mei 1996, beberapa kelompok pendaki diterjang badai dahsyat, hingga akhirnya menelan total 12 korban jiwa. Peristiwa ini kemudian mendorong Universal Pictures untuk mengangkatnya dalam sebuah film drama bertajuk Everest, di bawah arahan sutradara asal Islandia, Baltasar Komákur (2 Guns, Contraband). 

Film Everest menyoroti seorang pendaki profesional asal Selandia Baru, Rob Hall (Jason Clarke), yang menjadi pemandu utama sebuah ekspedisi ke puncak Everest pada tahun 1996 di bawah bendera Adventure Consultans. Tidak semua peserta adalah pendaki profesional, tetapi semuanya punya tekad yang sama untuk mencapai puncak dengan segala risikonya. Setelah berlatih membiasakan diri dengan iklim pegunungan tinggi selama satu bulan lebih, akhirnya tim ekspedisi ini siap menaklukkan puncak Everest pada tanggal 10 Mei.

Hari itu rupanya dianggap sangat baik untuk mendaki, sehingga ada begitu banyak rombongan yang hendak mencapai puncak di saat yang sama. Rob akhirnya bekerja sama dengan pemimpin tim ekspedisi kecil asal AS, Scott Fischer (Jake Gyllenhaal), untuk memperlancar perjalanan. Namun, kekuatan alam yang tiba-tiba datang rupanya melebihi dugaan dan kekuatan mereka.

Berangkat dari peristiwa nyata, kisah film Everest digulirkan dengan karakter dan cerita yang terjadi pada tahun 1996 tersebut, dalam hal ini fokusnya pada rombongan Adventure Consultans. Penulis skenario William Nicholson dan Simon Beaufoy kemudian menyusun cerita berdasarkan buku Into Thin Air karya Jon Krakauer, Left for Dead karya Beck Weathers, serta transkrip dari percakapan radio yang terjadi pada saat itu. Ditambah lagi, pihak produksi juga mengontak keluarga para korban, serta berkonsultasi dengan tim film dokumenter dari IMAX yang juga ada di lokasi saat kejadian itu.
Jason Clarke (Pemeran Rob Hall) saat berada di Basecamp Everest

Pihak pembuat film menyadari bahwa ada banyak versi dari peristiwa ini, yang mungkin akan bias satu dengan yang lain. Namun, akhirnya sutradara Komákur memutuskan untuk menyajikan film ini sebagai penghormatan kepada semua korban, dengan menuturkan cerita yang berimbang dan tidak menyalahkan ataupun membenarkan keputusan para pendaki saat itu.

"Saya ingin membuatnya seotentik mungkin. Untuk membawa penonton ke sebuah ekspedisi ke Everest dan memperlihatkan gunung tersebut dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan...di saat yang sama menciptakan keintiman antarkarekter yang jarang dilakukan di film-film studio besar," ungkap Komákur.

"Everest adalah perumpamaan terhadap ambisi dalam bentuk apa pun, dan setiap orang yang punya ambisi perlu menyeimbangkannya dengan kehidupan keluarganya. Ada gunung ini, dan ada rumah, dan jarak antara keduanya sangat nyata, yang menarik ke dua arah berlawanan," tambahnya.

Syuting film Everest sendiri dimulai pada Januari 2014 di Kathmandu, Nepal, yang merupakan gerbang pertama setiap pendaki yang hendak ke Everest. Tim produksi dan pemain kemudian berlanjut ke base camp utama pendakian Everest yang berada di 5.380 meter di atas permukaan laut. Sementara, sebagian besar adegan pendakiannya dilakukan di Val Senales di pegunungan Tyrol yang terletak di Italia bagian Utara, juga di studio Cinecittá di Roma dan studio Pinewood di London, Inggris.

Di luar pesona gunung Everest yang telah mendunia, film ini juga mengundang aktor dan aktris terkenal untuk bermain di dalamnya. Selain Jason Clarke (yang baru saja membintangi Terminator: Genisys), film ini juga didukung oleh Josh Brolin, Sam Worthington, Jake Gyllenhaal, Keira Knightley, John Hawkes, Martin Henderson, Emily Watson, Elizabeth Debicki, hingga Robin Wright.Komákur mengatakan bahwa ia memerlukan para pemain yang tepat dan berdedikasi, mengingat proses syuting film ini yang sangat menantang.

Penggalan adegan Everest

"Saya butuh deretan pemain untuk menghadapi hal-hal itu dan mengatasi rasa takut mereka...Untuk syuting di kaki gunung Everest di dataran tinggi kami harus mendaki sendiri. Syuting dalam suhu minus 30 derajat Celsius di Val Senales juga memakan waktu 12 sampai 14 jam sehari selama enam pekan. Membangun freezer raksasa di studio sehingga kita bisa menyiram salju asli ke para pemain. Itu hanyalah sebagian dari apa yang kami perbuat agar hasilnya maksimal. Ketika kami merasa tak sanggup, kami hanya perlu ingat kembali tokoh-tokoh aslinya dan segala yang telah mereka alami di kenyataan saat itu," papar Komákur.

sumber :http://www.muvila.com

Pemenang Blog Design Contest PIM STIKI 2015

Setelah melalui beberapa tahapan penjurian , Pekan Ilmiah Mahasiswa STIKI malang telah berhasil mendapatkan beberapa juara dan jawara dari setiap kategorinya

Senin, 16 November 2015

PEKAN ILMIAH MAHASISWA STIKI Ke-VI

Melihat kondisi mahasiswa yang ada sekarang, kebanyakan dari para mahasiswa lebih aktif mengikuti kegiatan perkuliahan. Sedangkan kegiatan ilmiah yang lain seperti melakukan penelitian ilmiah, menulis artikel ilmiah, atau mengikuti ajang kompetisi ilmiah kurang menarik minat mahasiswa. Selain itu, kurangnya kreativitas mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah/akademik juga menjadi kendala yang harus segera diselesaikan. Kreativitas mereka sering kali muncul pada kegiatan-kegiatan yang bersifat non-akademik. Salah satu penyebab terjadinya kondisi ini adalah karena belum terbangunnya academic environment di lingkungan kampus dengan baik.

Lomba-Lomba pada PIM 2015 antara lain :
-Business Plan Competition
-Programming Contest
-Blog Design Contest
-Desain Logo Prodi DKV
-re-Mastering Operating System

1.  Business Plan Competition



Tujuan dilaksanakannya Business Plan Competition ini adalah untuk :


1.  Menumbuhkan motivasi mental berwirausaha di kalangan mahasiswa
2.  Membangun sikap mental wirausaha yakni percaya diri, sadar akan jati dirinya, bermotivasi untuk
    meraih suatu cita-cita, pantang menyerah, mampu bekerja keras, kreatif, inovatif, beranimengambil
     resiko dengan perhitungan, berperilaku pemimpin dan memiliki visi ke depan, tanggap terhadap
     saran   dan   kritik,   memiliki   kemampuan   empati   dan keterampilan sosial.
3.  Meningkatkan kecakapan dan keterampilan para mahasiswa khususnya sense of business.
4.  Menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tinggi.
5.  Menciptakan unit bisnis baru yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
6.  Membangun jejaring bisnis antarpelaku bisnis, khususnya antara wirausaha pemula dan pengusaha
     yang sudah mapan.

RUANG LINGKUP KEGIATAN

1.   Jenis usaha bebas sesuai minat, pasar dan keterampilan
2.   Karakteristik usaha yang dikembangkan tergolong : usaha mikro baik di bidang  produksi  barang
      dan  jasa  baru  atau  mengembangkan  yang sudah ada.

2. Programming Contest


 Kegiatan Programming Contest ini bertujuan untuk :

1.  Menguji kemampuan mahasiswa dalam pemrograman komputer yang digunakan dalam
     membangun sebuah aplikasi.
2.  Meningkatkan daya nalar dan kemampuan algoritma dan pemrograman para mahasiswa sehingga
     memicu mereka untuk lebih menguasai Teknologi Informasi.
 
Ruang Lingkup Kegiatan

1. Mahasiswa  diwajibkan  untuk  merancang  sebuah  program  komputer dengan menggunakan
    salah satu bahasa pemrograman yaitu Java (dekstop/mobile), Delphi, Phyton dan PHP.
2. Program yang dibuat bisa digunakan untuk salah satu atau gabungan dari platform yang biasa 
    digunakan yaitu desktop, web atau mobile.
3. Diperbolehkan menggunakan framework Code Igniter, yii, dll.

3. Blog Design Contest

TUJUAN

Kegiatan Blog Design Contest ini bertujuan untuk :

1. Menguji     kemampuan     mahasiswa     dalam     mendesain     dan mengimplementasikan  ide,
    kreativitas  dan  solusi  dalam  membangun situs web.
2.  Meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalam mendesain situs web.


RUANG LINGKUP KEGIATAN

1. Situs web dibuat dengan tidak menggunakan CMS.

2. Web site yang dibuat minimal bisa diakses dengan browser IE, Mozilla Firefox dan Opera.

3. Website yang dibuat adalah website yang ditujukan untuk organisasi kemahasiswaan di STIKI seperti unit kegiatan mahasiswa atau Badan Eksekutif Mahasiswa.
4. Dapat menggunakan blogspot, wordpress, dll dan harus dapat diakses secara online.
5. Wajib membuat 1 halaman yang menceritakan tentang salah satu UKM STIKI.
6. Wajib menampilkan logo STIKI & logo kemahasiswaan STIKI yang dilink- kan ke website STIKI & kemahasiswaan STIKI. 

4. Desain Logo Prodi DKV
               TUJUAN


         Kegiatan Design Logo ini bertujuan untuk :

        1. Menguji     kemampuan     mahasiswa     dalam     mendesain     dan mengimplementasikan  ide,      kreativitas  dan  solusi  dalam  mendesign LOGO 
        2.  Meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalam mendesain LOGO.

5. re-Mastering Operating System
 
 
               TUJUAN

         Kegiatan re-Mastering Operating System ini bertujuan untuk :

        1. Menguji     kemampuan     mahasiswa     dalam     mendesain     dan mengimplementasikan  ide,      kreativitas  dan  solusi  dalam  mere-Mastering Operating System 
        2.  Meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalam mere-Mastering Operating System